Cara Mudah Menyusun Artikel Ilmiah Menggunakan PTK
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 18/12/2023.
Artikel Ilmiah merupakan suatu produk karya tulis yang berisi hasil penelitian terhadap suatu hal, aktivitas maupun barang tertentu. Pada penyusunannya, artikel ilmiah ini dapat menjadi bukti aktivitas diluar kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
Bukti Aktivitas Akademik di Luar Pembelajaran di Kelas
Menurut PERMENPAN-RB Nomor 16 Tahun 2009, terdapat beberapa jenis kegiatan diseminasi keilmuan yang dapat dijadikan sarana untuk menerbitkan suatu karya ilmiah, diantaranya adalah:
- Presentasi pada Forum Ilmiah
Menjadi pembicara atau narasumber pada suatu forum ilmiah seperti Kuliah Umum, Seminar Nasional/Internasional, Konferensi hingga Lokakarya dapat menjadi suatu rekam dari diskusi ilmiah yang dilaksanakan.
- Publikasi Hasil Penelitian pada Bidang Pendidikan Formal
Membuat makalah tertulis, laporan penelitian di sekolah formal, hingga artikel pendidikan yang akan dimuat pada jurnal yang sifatnya regional maupun nasional dapat juga menjadi opsi untuk penerbitan karya ilmiah yang dibuat.
- Penerbitan Buku Ajar, Buku Pengayaan, dan Panduan Guru
Buku maupun panduan yang disusun telah memiliki keterangan lolos penilaian BSNP dan memiliki ISBN tentu dapat menjadi nilai tertentu karena penggunaannya yang diakui oleh Dinas Pendidikan Provinsi.
Penyusunan Artikel Ilmiah Menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindak Kelas adalah Penelitian yang dilakukan di dalam kelas dengan menggunakan suatu tindakan dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas tentu harus meliputi rangkaian kegiatan yang ada, yaitu Perancanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, dan Refleksi.
Dimana secara detail dijelaskan sebagai berikut:
- Perencanaan, dalam tahap ini penyusunan Silabus, Rencana Pembelajaran, Sistem Penilaian dan Instrumen Penilaian menjadi langkah awal penelitian yang perlu disiapkan guru dalam menyusun karya ilmiah.
- Pelaksanaan Tindakan, artinya adalah pada tahap ini siswa akan diberikan tugas singkat dan dapat diselesaikan dengan cara diskusi kelompok.
- Observasi, merupakan tindakan yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati kecermatan dan aktivitas siswa dalam pembelajaran dari tahap-tahap yang sudah dijelaskan.
- Refleksi, dapat juga dikatakan sebagai post test dengan tujuan untuk menjadi dasar perbaikan dan perubahan pada rencana rencana analisis mendatang.
Demikian penyusunan artikel ilmiah dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Semoga bermanfaat.
SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat: Tergerak, Bergerak, Menggerakkan.
Together Everyone Achieves More. Yes!

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KEPMENDIKDASMEN 271/O/2025: PANDUAN LENGKAP PENGELOLAAN KINERJA GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN TERBARU
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 22/12/2025 Pendahuluan: Era Baru Pengelolaan Kinerja di Dunia Pendidikan Pemerintah telah menetapkan regulasi baru melalui Keputusan Menteri P
Mengapa Pembelajaran Mendalam Penting? Menghubungkan Deep Learning, Deep Thinking, dan Deep Work
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 15/11/2025 Di era perubahan yang berlangsung begitu cepat, pembelajaran tidak cukup berhenti pada tingkat hafalan atau sekadar mengenal informa
SMAN 15 Tanjung Jabung Barat Laksanakan Pembelajaran Mandiri Selama Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 31/10/2025 Menindaklanjuti surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Nomor R-400.3/S-906/DISDIK/X/2025 tertanggal 30 Oktober 2025, SMAN 15 Tan
Debat dan Kampanye Pemilihan Ketua/Wakil Ketua OSIS dan MPK SMAN 15 Tanjung Jabung Barat Masa Bakti 2025/2026
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 30/09/2025 Suasana demokrasi terasa hangat di lingkungan SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan Deba
PENYELARASAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN MENDALAM
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 21/08/2025 Materi ini merupakan bagian dari pelatihan asinkronus selama 3 jam pelajaran (@45 menit) yang bertujuan memberikan pemahaman tentang


