• SMAN 15 TANJUNG JABUNG BARAT
  • KAMPUS HIJAU BERKILAU

GENERASI DIGITAL NATIVE

sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 8/11/2023. Generasi Digital Native (GDN). GDN adalah mereka yang lahir pada zaman digital dan kehidupan mereka berinteraksi dengan peralatan digital sejak usia dini. Dalam konteks Indonesia, mereka yang lahir setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal GDN, tapi bila ingin dikatakan sebagai sebuah generasi, tentunya mereka yang lahir setelah tahun 2000-an.

Berikut ciri-ciri GDN

1. Kebebasan, Menolak Terkekang

Mereka cenderung hidup dalam kebebasan digital. Dalam kehidupan nyata, mereka pun cenderung menuntut rentang kebebasan yang lebih. Ketika di sekolah dan di rumah dikuasai oleh orang dewasa, GDN memilih berinteraksi di media sosial sebagai ruang-ruang baru yang mereka kuasai.

2. Bermain, Bukan Hanya Bekerja

Anak-anak GDN menjalani hidup dengan semangat bermain. Tidak ada kesulitan, yang ada adalah tantangan yang ingin mereka atasi untuk menyelesaikan permainan. Dalam bekerja pun, mereka tetap menggunakan logika bermain sehingga cenderung menolak pekerjaan rutin yang tanpa makna.

3. Ekspresif, Tidak Hanya Reseptif

Generasi digital native senang mengekspresikan diri. Dalam dunia digital, mereka bisa hadir dan diakui sebagai individu. Hampir semua hal kesukaan diekspresikan melalui media sosial. Mereka enggan melakukan perjumpaan yang menempatkan mereka hanya sebagai reseptif, menerima mentah-mentah ekspresi dari generasi sebelumnya.

4. Cepat, Enggan Menunggu

Sebagai dunia digital yang ukurannya adalah kecepatan, GDN pun ingin menjalani kehidupan dengan cepat. Ketika ada keadaan yang memaksa mereka untuk menunggu maka akan beralih pada kegiatan lain seperti mendengarkan musik, bermain games dan lainnya.

5. Mencari, Bukan Menunggu Instruksi

Mereka tidak suka diajari. Mereka lebih memilih belajar dengan mencari sendiri konten di dunia digital. Mereka gunakan mesin pencari. Mereka cari video tutorial di youtube dan belajar sendiri.

6. Unggah, Bukan Hanya Unduh

Perkembangan teknologi web 2.0 memungkinkan siapa pun dapat mengunggah konten. Dampaknya, GDN bukan hanya mengunduh tapi juga mengunggah konten. Mereka merasa tidak eksis bila tidak mengunggah konten di internet

7. Interaktif, Bukan Komunikasi Searah

Mereka cenderung menolak komunikasi searah dalam bentuk apapun, offline maupun online. Mereka senang bila bisa mengkustomisasi sebuah konten sesuai dengan selera mereka.

8. Berkolaborasi, Tak Hanya Berkompetisi

Dunia digital mendorong orang untuk berbagi dan berkolaborasi. Sebuah karya bisa dicipta ulang oleh banyak orang sesuai kreativitas masing[1]masing. Begitu pula karakter generasi ini yang suka berkontribusi sesuai kemampuan dalam sebuah aktivitas bersama

Dari segala ciri tersebut, tentu peran orang tualah yang sangat menentukan apakah anak-anaknya akan berhasil mengarungi arus digital atau malah hanyut dan tenggelam.

Kehadiran orang tua dan tenaga pendidik sangat penting untuk mengarahkan para generasi digital native agar berusaha selalu berada di jalan yang benar. Orang tua dan tenaga pendidik akan lebih mudah melakukan tugas ini jika bisa memahami kecenderungan perilaku generasi tersebut.

Caranya adalah menghadapi mereka dengan positif, ubah sudut pandang zaman orang tua dahulu yang cenderung lebih terikat, banyak didikte, anak harus mengikuti instruksi orang tua atau guru tanpa berhak mengemukakan pendapat sebagai masukan yang baru, orang tua harus berusaha ‘welcome’ pada perkembangan zaman dan kemajuan teknologi saat ini.

Tidak dipungkiri pesatnya kemajuan teknologi ini memaksa orang tua juga harus masuk memahami dunia digital agar dapat membimbing anak-anaknya para digital native menjadi lebih pintar bukan sebaliknya membiarkan mereka bebas sampai kebablasan.

 

SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat: Tergerak, Bergerak, Menggerakkan.
Together Everyone Achieves More. Yes!

 

Komentar

Ma sya Allah Tabarakallah..

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kemendikdasmen Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah Terbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan

sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 14/07/2026 Di tengah hiruk-pikuk dunia yang bergerak serba cepat, layar gawai kini menjadi jendela sekaligus tembok bagi jutaan siswa di Indone

14/07/2026 12:59 - Oleh Administrator - Dilihat 442 kali
SMAN 15 Tanjung Jabung Barat Raih Empat Juara Pertama pada FLS3N Tingkat Kabupaten 2026

sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 02/05/2026 Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMAN 15 Tanjung Jabung Barat. Dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasion

02/05/2026 21:00 - Oleh Administrator - Dilihat 1149 kali
KEPMENDIKDASMEN 271/O/2025: PANDUAN LENGKAP PENGELOLAAN KINERJA GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN TERBARU

sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 22/12/2025 Pendahuluan: Era Baru Pengelolaan Kinerja di Dunia Pendidikan Pemerintah telah menetapkan regulasi baru melalui Keputusan Menteri P

22/12/2025 22:45 - Oleh Administrator - Dilihat 1666 kali
Mengapa Pembelajaran Mendalam Penting? Menghubungkan Deep Learning, Deep Thinking, dan Deep Work

sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 15/11/2025 Di era perubahan yang berlangsung begitu cepat, pembelajaran tidak cukup berhenti pada tingkat hafalan atau sekadar mengenal informa

15/11/2025 22:02 - Oleh Administrator - Dilihat 1140 kali
SMAN 15 Tanjung Jabung Barat Laksanakan Pembelajaran Mandiri Selama Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025

sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 31/10/2025 Menindaklanjuti surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Nomor R-400.3/S-906/DISDIK/X/2025 tertanggal 30 Oktober 2025, SMAN 15 Tan

31/10/2025 04:17 - Oleh Administrator - Dilihat 1207 kali